Home » » GIZI DALAM KESEHATAN MASYARAKAT

GIZI DALAM KESEHATAN MASYARAKAT

Written By Husnhy Rasta Manja on Jumat, 15 November 2013 | 22.20


Kajian selanjutnya dari ruang lingkup Kesehatan Masyarakat adalah Gizi. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak lepas dari makanan dan minuman. Agar asupan makanan tersebut bermanfaat untuk kelangsungan fungsi-fungsi tubuh, tentu haru mengandung zat-zat yang baik atau disebut GIZI.

Disiplin ilmu yang mempelajari masalah asupan makanan tersebut dalam kesehatan masyarakat disebut ilmu Gizi dengan lingkup utamanya jelas gizi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Beberapa pengertian tentang konsep dasar ilmu gizi ini sangat sederhana, diantaranya:

  • Ilmu Gizi (Nutrition Science) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan yang optimal. Atau dengan kata lain yang dipelajari adalah makanan dan asupan makanan tersebut kepada tubuh manusia.
  • Zat Gizi (Nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan tubuh dan mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh manusia.
  • Status Gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Dibedakan menjadi status gizi buruk, kurang, baik dan lebih.
Namun jika dikaji lebih dalam lagi, ilmu gizi ini cakupan atau ruang lingkupnya cukup luas. Perhatian dari ilmu gizi dimulai dari cara produksi, distibusi, konsumsi makanan sampai cara-cara pemanfaatannya oleh tubuh dalam keadaan sehat dan sakit. Jadi disiplin ilmu ini akan dekat dengan ilmu-ilmu lain seperti agronomi, peternakan, ilmu pangan, mikrobiologi, biokimia, faal, kedokteran, anthropologi, sosiologi, psikologi dan ekonomi.

Jika dilihat dari segi sifat keilmuannya, gizi dibedakan menjadi 2, yaitu gizi yang berkaitan dengan perorangan (gizi kesehatan perorangan) dan gizi yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat luas (public health nutrition). Keduanya mempunyai cabang ilmu tersendiri yaitu gizi klinik (medical clinic nutrition) dan gizi masyarakat(community nutrition). 

Apa perbedaan dari kedua cabang ilmu gizi tersebut? Gizi klinik akan berurusan dengan masalah-masalah klinis individu yang mengalami gangguan gizi, maka dalam hal ini tentu seorang dokter yang lebih tepat untuk menanganinya. Sedangkan gizi masyarakat akan berurusan dengan keadaan gizi pada masyarakat dengan aspek yang lebih luas lagi, penganannya juga tidak cukup hanya oleh dokter atau ahli kesehatan masyarat melainkan melibatkan berbagai profesi yang terkait.

Jika membutuhkan penanganan secara multisektor dan multidisiplin ilmu, lalu bagian mana yang paling penting diperhatikan dalam kesehatan masyarakat?

Masalah Gizi masyarakat bukan menyangkut aspek kesehatan saja, aspek lain seperti ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan sebagainya juga saling terkait. Jadi setidaknya yang perlu dikaji dan diperhatikan adalah hubungan antara ilmu gizi dasar manusia dan kesehatan masyarakat agar dapat tercapai produktivitas. Di dalamnya tercakup konsep-konsep mengenai usaha promotif dalam mengembangkan konsep gizi seimbang (gizi makro dan mikro) dan hidup sehat pada daur kehidupan manusia. Ditekankan juga bagaimana menilai status gizi dan mengetahui masalah gizi, terutama kelompok golongan rawan gizi sebagai upaya preventif, mengenal dan merencanakan bermacam upaya gizi sebagai protektif agar tetap produktif.

Adapun ruang lingkup ilmu gizi keshatan masyarakat adalah sebagai berikut:
  • Nutrition. Hubungan gizi dan kesehatan, daur hidup, komposisi tubuh, zat-zat gizi (sumber & RDA), konsep penyusunan menu dan biokimia gizi.
  • Nutrition PRACTICE. Mengidentifikasi zat gizi dalam makanan secara kualitatif maupun kuantitatif. 
  • Gizi Masyarakat (Community Nutrition). Mengidentifikasi berbagai masalah gizi di masyarakat dan faktor penyebab masalah gizi serta mengatasinya.
  • Ekologi Pangan dan Gizi (Food and Nutrition Ecology). Mengidentifikasi dan menjelaskan keterkaitan antara masalah gizi dengan lingkungan fisik, biologi, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat.
  • Pengawasan dan keamanan Pangan (Food safety inspection). Mengidentifikasi ketidak-amanan pangan dan faktor-faktor penyebabnya, mengklasifikasikan tingkat ketidak-amanan pangan, serta menerapkan prinsip pengawasan pangan/ makanan.
  • Ketahanan Pangan (Food security). Mengidentifikasi masalah yang terkait dengan ketersediaan pangan (produksi, distribusi, konsumsi), serta menetapkan kriteria kerawanan pangan.
  • Peniliaian Status Gizi (Nutrition Assessement). Melakukan penilaian status gizi per individu dan atau masyarakat dengan berbagai metode, sebagai dasar pertimbangan dalam memberikan konseling gizi.
  • Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi Program Gizi (Planning, Implementation and Evaluation of Nutrition Program)
  • Gizi Institusi (Nutrition in Institution). Merencanakan dan menatalaksana-kan gizi dan makanan di institusi (Rumah Sakit, panti sosial, hotel, perusahaan, catering, dan lain-lain)
  • Epidemiologi Gizi dan Surveilans (Epidemiology and Surveillance of Nutrition)
  • Dietetik Masyarakat (Community Dietetic). Merencanakan/menyusun diet untuk tindakan pencegahan, pemeliharaan maupun perawatan/pengobatan, serta memberikan penyuluhan gizi.
  • Gizi Daur Hidup (Life Cycle Nutrition). Menghitung kebutuhan/kecukupan zat gizi untuk berbagai kelompok umur, jenis kelamin, kondisi fisiologis dan kegiatan, pertumbuhan dan perkembangan manusia dari janin, bayi sampai dengan lanjut usia (lansia).
  • Teknologi Pangan dan Gizi (Food and Nutrition Technology)
  • Komunikasi, informasi, edukasi dan koNseling Gizi (communication, information, education and conseling OF Nutrition)
  • CURRENTS ISSUE IN Nutrition. Mengidentifikasi, menganalisis dan merumuskan serta mempresentasikan masalah gizi kesehatan masyarakat yang bersumber dari jurnal dan isu-isu terkini yang ada dalam masyarakat.
Masalah kesehatan yang terkait gizi adalah kompleks terutama untuk negara berkembang. Dengan mempelajari ilmu gizi dasar setidaknya para ahli kesehatan masyarakat mampu melakukan usaha-usaha promotif dan edukatif dengan melibatkan partisipasi masyarakat luas secara terpadu sehingga mempermudah pencapaian program-progam kesehatan khususnya masalah gizi di masyarakat.
 Kajian selanjutnya dari ruang lingkup Kesehatan Masyarakat adalah Gizi. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak lepas dari makanan dan minuman. Agar asupan makanan tersebut bermanfaat untuk kelangsungan fungsi-fungsi tubuh, tentu haru mengandung zat-zat yang baik atau disebut GIZI.

Disiplin ilmu yang mempelajari masalah asupan makanan tersebut dalam kesehatan masyarakat disebut ilmu Gizi dengan lingkup utamanya jelas gizi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Beberapa pengertian tentang konsep dasar ilmu gizi ini sangat sederhana, diantaranya:

  • Ilmu Gizi (Nutrition Science) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan yang optimal. Atau dengan kata lain yang dipelajari adalah makanan dan asupan makanan tersebut kepada tubuh manusia.
  • Zat Gizi (Nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan tubuh dan mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh manusia.
  • Status Gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Dibedakan menjadi status gizi buruk, kurang, baik dan lebih.
Namun jika dikaji lebih dalam lagi, ilmu gizi ini cakupan atau ruang lingkupnya cukup luas. Perhatian dari ilmu gizi dimulai dari cara produksi, distibusi, konsumsi makanan sampai cara-cara pemanfaatannya oleh tubuh dalam keadaan sehat dan sakit. Jadi disiplin ilmu ini akan dekat dengan ilmu-ilmu lain seperti agronomi, peternakan, ilmu pangan, mikrobiologi, biokimia, faal, kedokteran, anthropologi, sosiologi, psikologi dan ekonomi.

Jika dilihat dari segi sifat keilmuannya, gizi dibedakan menjadi 2, yaitu gizi yang berkaitan dengan perorangan (gizi kesehatan perorangan) dan gizi yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat luas (public health nutrition). Keduanya mempunyai cabang ilmu tersendiri yaitu gizi klinik (medical clinic nutrition) dan gizi masyarakat(community nutrition). 

Apa perbedaan dari kedua cabang ilmu gizi tersebut? Gizi klinik akan berurusan dengan masalah-masalah klinis individu yang mengalami gangguan gizi, maka dalam hal ini tentu seorang dokter yang lebih tepat untuk menanganinya. Sedangkan gizi masyarakat akan berurusan dengan keadaan gizi pada masyarakat dengan aspek yang lebih luas lagi, penganannya juga tidak cukup hanya oleh dokter atau ahli kesehatan masyarat melainkan melibatkan berbagai profesi yang terkait.

Jika membutuhkan penanganan secara multisektor dan multidisiplin ilmu, lalu bagian mana yang paling penting diperhatikan dalam kesehatan masyarakat?

Masalah Gizi masyarakat bukan menyangkut aspek kesehatan saja, aspek lain seperti ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan sebagainya juga saling terkait. Jadi setidaknya yang perlu dikaji dan diperhatikan adalah hubungan antara ilmu gizi dasar manusia dan kesehatan masyarakat agar dapat tercapai produktivitas. Di dalamnya tercakup konsep-konsep mengenai usaha promotif dalam mengembangkan konsep gizi seimbang (gizi makro dan mikro) dan hidup sehat pada daur kehidupan manusia. Ditekankan juga bagaimana menilai status gizi dan mengetahui masalah gizi, terutama kelompok golongan rawan gizi sebagai upaya preventif, mengenal dan merencanakan bermacam upaya gizi sebagai protektif agar tetap produktif.

Adapun ruang lingkup ilmu gizi keshatan masyarakat adalah sebagai berikut:
  • Nutrition. Hubungan gizi dan kesehatan, daur hidup, komposisi tubuh, zat-zat gizi (sumber & RDA), konsep penyusunan menu dan biokimia gizi.
  • Nutrition PRACTICE. Mengidentifikasi zat gizi dalam makanan secara kualitatif maupun kuantitatif. 
  • Gizi Masyarakat (Community Nutrition). Mengidentifikasi berbagai masalah gizi di masyarakat dan faktor penyebab masalah gizi serta mengatasinya.
  • Ekologi Pangan dan Gizi (Food and Nutrition Ecology). Mengidentifikasi dan menjelaskan keterkaitan antara masalah gizi dengan lingkungan fisik, biologi, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat.
  • Pengawasan dan keamanan Pangan (Food safety inspection). Mengidentifikasi ketidak-amanan pangan dan faktor-faktor penyebabnya, mengklasifikasikan tingkat ketidak-amanan pangan, serta menerapkan prinsip pengawasan pangan/ makanan.
  • Ketahanan Pangan (Food security). Mengidentifikasi masalah yang terkait dengan ketersediaan pangan (produksi, distribusi, konsumsi), serta menetapkan kriteria kerawanan pangan.
  • Peniliaian Status Gizi (Nutrition Assessement). Melakukan penilaian status gizi per individu dan atau masyarakat dengan berbagai metode, sebagai dasar pertimbangan dalam memberikan konseling gizi.
  • Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi Program Gizi (Planning, Implementation and Evaluation of Nutrition Program)
  • Gizi Institusi (Nutrition in Institution). Merencanakan dan menatalaksana-kan gizi dan makanan di institusi (Rumah Sakit, panti sosial, hotel, perusahaan, catering, dan lain-lain)
  • Epidemiologi Gizi dan Surveilans (Epidemiology and Surveillance of Nutrition)
  • Dietetik Masyarakat (Community Dietetic). Merencanakan/menyusun diet untuk tindakan pencegahan, pemeliharaan maupun perawatan/pengobatan, serta memberikan penyuluhan gizi.
  • Gizi Daur Hidup (Life Cycle Nutrition). Menghitung kebutuhan/kecukupan zat gizi untuk berbagai kelompok umur, jenis kelamin, kondisi fisiologis dan kegiatan, pertumbuhan dan perkembangan manusia dari janin, bayi sampai dengan lanjut usia (lansia).
  • Teknologi Pangan dan Gizi (Food and Nutrition Technology)
  • Komunikasi, informasi, edukasi dan koNseling Gizi (communication, information, education and conseling OF Nutrition)
  • CURRENTS ISSUE IN Nutrition. Mengidentifikasi, menganalisis dan merumuskan serta mempresentasikan masalah gizi kesehatan masyarakat yang bersumber dari jurnal dan isu-isu terkini yang ada dalam masyarakat.
Masalah kesehatan yang terkait gizi adalah kompleks terutama untuk negara berkembang. Dengan mempelajari ilmu gizi dasar setidaknya para ahli kesehatan masyarakat mampu melakukan usaha-usaha promotif dan edukatif dengan melibatkan partisipasi masyarakat luas secara terpadu sehingga mempermudah pencapaian program-progam kesehatan khususnya masalah gizi di masyarakat.



Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. kesehatan masyarakat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger