Home » » EPIDEMOLOGI PENYAKIT TIDAK MENULAR

EPIDEMOLOGI PENYAKIT TIDAK MENULAR

Written By Unknown on Jumat, 15 November 2013 | 09.02

A. PENGERTIAN
Penyakit tidak Menular Telah dijelaskan diatas bahwa penyakit tidak menular terjadi akibat interaksi antara agent (Non living agent) dengan host dalam hal ini manusia (faktor predisposisi, infeksi dll) dan lingkungan sekitar (source and vehicle of agent). Penyakit tidak menular biasa disebut juga dengan penyakit kronik, penyakit non-infeksi, new communicable disease, dan penyakit degenerative

B. KARAKTERISTIK PENYAKIT TIDAK MENULAR
1. Penularan tidak melalui rantai penularan tertentu
2. Masa inkubasi yang panjang dan latent
3. Perlangsungan penyakitnya yang berlarut-larut (kronik)
4. Sulit untuk didiagnosa
5. Biaya pencegahan maupun pengobatannya cukup tinggi
6. Mempunyai variasi yang cukup luas
7. Faktor penyebabnya bermacam-macam (Multifaktor)
C. PERANAN DAN PENDEKATAN EPIDEMIOLOGI DALAM PTM :
a) Peranan
1. Mengetahui distribusi PTM dalam masyarakat
2. Mengetahui penyebab tingginya distribusi PTM dalam suatu masyarakat
3. Menentukan pilihan prioritas dalam menangani masalah PTM
b) Pendekatan Epidemiologi Penyakit Tidak Menular
Epidemiologi berusaha untuk mempelajarai distribusi dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya PTM dalam masyarakat. Untuk itu diperlukan pendeekatan metodologik, yakni dengan melakukan dengan berbagai penelitian. Adapun tujuan dari pendekatan epidemiologi ini adalah untuk mengetahui distribusi dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya PTM atau mengetahui faktor determinantnya. Distribusi dalam hal ini diarahkan untuk melihat beban dari PTM, Trend yang meningkat, frekuensi melalui Rate, Ratio dan Proporsi. Pendekatan epidemiologi dalam PTM ini tentunnya jug tidak akan terlepas dari dasar segitiga epidemiologi (person, place,time), disamping melihat populasi, dan determinat
D. JENIS-JENIS PENELITIAN UNTUK PTM
1. Penelitian observasional yang bersifat pasif, penelitian ini sekedar mengamati apa yang terjadi, tanpa intervensi atau tidak mengontrol/mengarahkan penelitian. 2. Penelitian eksprimental yang bersifat aktif, mengarahkan peneliti untuk melakukan intervensi sesuai dengan desain yang telah dibuat
a) Penelitian Observasional terdiri dari
1. Penelitian ekologis (Penelitian Korelasi)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan korelatif antara penyakit dan faktor-faktor penelitian
2. Penelitian Cross Sectional
Mempelajari hubungan penyakit dan paparan (faktor penelitian) dengan cara mengamati status paparan dan penyakit secara serentak
3. Penelitian Kasus Kontrol
Mempelajari hubungan antara paparan (faktor penelitian) dan penyakit dengan cara membandingkan kelompok kasus dan kelompok kontrol berdasarkan status paparannya.
4. Penelitian Kohor
Mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit dengan cara membandingkan kelompok terpapar (faktor penelitian) dan kelompok tak terpapar berdasarkan status penyakit
Perhitungan Frekuensi PTM
1. Rate = a/n
2. Ratio = (a/b)
3. Proporsi = a/(a+b)
Proses terjadinya penyakit merupakan interaksi antara agent penyakit, host dan lingkungan sekitarnya.
1. Untuk penyakit menular, proses terjadinya penyakit akibat interaksi antara : Agent penyakit (mikroorganisme hidup), manusia dan lingkungan
2. Untuk penyakit tidak menular proses terjadinya penyakit akibat interaksi antara agen penyakit (non living agent), manusia dan lingkungan.

E. PENYAKIT – PENYAKIT TIDAK MENULAR YANG BERSIFAT KRONIS
1. Penyakit yang termasuk di dalam penyebab utama kematian, yaitu :
• Ischaemic Heart Disease
• Cancer
• Cerebrovasculer Disease
• Chronic Obstructive Pulmonary Disease
• Cirrhosis
• Diabetes Melitus
2. Penyakit yang termasuk dalam special – interest , banyak menyebabkan masalah kesehatan tapi jarang frekuensinya (jumlahnya), yaitu
• Osteoporosis
• Penyakit Ginjal kronis
• Mental retardasi
• Epilepsi
• Lupus Erithematosus
• Collitis ulcerative
3. Penyakit yang termasuk akan menjadi perhatian yang akan datang, yaitu :
• Defisiensi nutrisi
• Akloholisme
• Ketagihan obat
• Penyakit-penyakit mental
• Penyakit yang berhubungan dengan lingkungan pekerjaan.

F. FAKTOR-FAKTOR RISIKO

1. Faktor resiko untuk timbulnya penyakit tidak menular yang bersifat kronis belum ditemukan secara keseluruhan,
• Untuk setiap penyakit, faktor risiko dapat berbeda-beda (merokok, hipertensi, hiperkolesterolemia)
• Satu faktor risiko dapat menyebabkan penyakit yang berbeda-beda, misalnya merokok, dapat menimbulkan kanker paru, penyakit jantung koroner, kanker larynx.
• Untuk kebanyakan penyakit, faktor-faktor resiko yang telah diketahui hanya dapat menerangkan sebagian kecil kejadian penyakit, tetapi etiologinya secara pasti belum diketahui
2. Faktor-faktor resiko yang telah diketahui ada kaitannya dengan penyakit tidak menular yang bersifat kronis antara lain :
• Tembakau
• Alkohol
• Kolesterol
• Hipertensi
• Diet
• Obesitas
• Aktivitas
• Stress
• Pekerjaan
• Lingkungan masyarakat sekitar
• life style



Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. kesehatan masyarakat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger