Home » » EPIDEMIOLOGI KESEHATAN REPRODUKSI

EPIDEMIOLOGI KESEHATAN REPRODUKSI

Written By Unknown on Jumat, 15 November 2013 | 09.11

Dewasa ini kesehatan reproduksi (kespro) mendapat perhatian khusus secara global sejak diangkatnya isu tersebut dalam Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan Pembangunan. Di Indonesia pun kespro mendapat perhatian khusus dari pemerintah, mengingat banyak masalah-masalah kespro terjadi di masyarakat. Angka kematian ibu dan bayi yang tinggi, kurangnya pengetahuan remaja tentang kespro yang akibatnya dapat terjadi kehamilan dan aborsi serta jumlah kasus HIV yang tidak bisa dihambat.
I. Definisi kesehatan reproduksi
Kespro didefinisikan sebagai “keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, yang tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya”.
Di Indonesia saat ini, disepakati ada empat komponen prioritas kespro, yaitu
1. Kesehatan ibu dan bayi baru lahir
2. Keluarga berencana
3. Kespro remaja
4. PMS dan HIV/AIDS
Pelayanan yang mencakup empat komponen prioritas diatas disebut Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial (PKRE). Jika PKRE ditambah dengan Pelayanan Kesehatan Reproduksi bagi Usia Lanjut, maka pelayanan yang diberikan disebut Pelayanan Kesehatan Reproduksi Komprehensif (PKRK).
II. Hak Reproduksi
Hak reproduksi perorangan dapat diartikan bahwa setiap orang baik laki-laki maupun perempuan (tanpa memandang perbedaan kelas, sosial, suku, umur, agama dll) mempunyai hak yang sama untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab (kepada diri, keluarga dan masyarakat) mengenai jumlah anak, jarak antar anak serta untuk menentukan waktu kelahiran anak dan dimana akan melahirkan. Secara praktis, hak reproduksi dijabarkan sebagai berikut :
1. Setiap orang berhak memperoleh standar pelayanan kesehatan reproduksi yang terbaik.
2. Perempuan dan laki-laki sebagai pasangan atau sebagai individu berhak memperoleh informasi lengkap tentang seksualitas, kesehatan reproduksi dan manfaat serta efek samping obat-obatan, alat dan tindakan medis yang digunakan untuk mengatasi masalah kespro
3. Hak untuk memperoleh pelayanan KB yang aman, efektif, terjangkau, dapat diterima sesuai dengan pilihan, tanpa paksaan.
4. Perempuan berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, yang memungkinkannya sehat dan selamat dalam menjalani kehamilan dan persalinan serta memperoleh bayi yang sehat
5. Hubungan suami istri didasari penghargaan terhadap pasangan masing-masing dan dilakukan dalam situasi kondisi yang diinginkan bersama, tanpa unsur paksaan, ancaman dan kekerasan.
6. Remaja laki-laki dan perempuan berhak memperoleh informasi yang tepat dan benar tentang reproduksi remaja, sehingga dapat berperilaku sehat dan menjalani kehidupan seksual yang bertanggung jawab
7. Laki-laki dan perempuan berhak mendapat informasi yang mudah diperoleh, lengkap dan akurat mengenai IMS dan HIV/AIDS
III. Siklus hidup reproduksi
Ruang lingkup kespro mencakup keseluruhan kehidupan manusia sejak lahir hingga mati. Pendekatan yang diterapkan dalam menguraikan ruang lingkup kespro adalah pendekatan siklus hidup, yang berarti memperhatikan kekhususan kebutuhan penanganan sistem reproduksi pada setiap fase kehidupan, serta kesinambungan antar fase kehidupan tersebut. Dengan demikian, masalah kespro pada setiap fase kehidupan dapat diperkirakan, yang bila tidak ditangani dengan baik maka hal ini dapat berakibat buruk pada masa kehidupan selanjutnya.
Dalam pendekatan siklus hidup dikenal lima tahap, yaitu :
1. Konsepsi
2. Bayi dan Anak
3. Remaja
4. Usia subur
5. Usia lanjut
Berikut digambarkan pendekatan siklus hidup kespro untuk laki-laki dan perempuan
Melihat gambar diatas, tampaknya perempuan mempunyai kebutuhan khusus dibandingkan laki-laki karena kodratnya untuk haid, hamil, melahirkan, menyusui dan mengalami menapouse, sehingga memerlukan pemeliharaan kesehatan yang lebih intensif selama hidupnya. Ini berarti bahwa pada masa-masa kritis, seperti pada saat kehamilan, terutama sekitar persalinan diperlukan perhatian khusus terhadap perempuan.
IV. Materi kesehatan reproduksi
1. Organ Reproduksi perempuan
a. Indung telur. Jumlah dua buah, terletak di kiri dan kanan rahim. Berfungsi mengeluarkan sel telur sebulan sekali secara bergantian
b. Fimbria (ujung rahim). Bentuknya seperti tangan. Berfungsi menangkap sel telur yang dikeluarkan oleh indung telur
c. Saluran telur. Berfungsi mengantar telur dari indung telur menuju rahim
d. Rahim, berfungsi sebagai tempat menyimpan janin
e. Leher rahim
f. Liang senggama, berfungsi sebagai tempat keluarnya menstruasi, tempat penis saat bersenggama dan sebagai jalan keluar bayi saat melahirkan.
2. Organ reproduksi laki-laki
a. Scrotum (kantung penis)
b. Testis, jumlahnya dua buah, berfungsi memproduksi sperma
c. Saluran sperma, berfungsi menyalurkan sperma dari testis menuju vesica seminalis
d. Vesica seminalis, sebagai tempat dikumpulkannya sperma yang dihasilkan oleh testis. Vesica seminalis memproduksi cairan mani yang kemudian bercampur dengan sel sperma.
e. Saluran kencing
f. Penis
3. Seks dan Kehamilan Hubungan seks dapat menyebabkan kehamilan bila perempuan berada dalam masa subur. Artinya walaupun hubungan seks hanya dilakukan satu kali, perempuan sudah bisa hamil. Apalagi bila dilakukan lebih dari satu kali. Hubungan seks sebelum menikah banyak mengandung risiko, seperti : kehamilan yang tidak diinginkan, pengguguran kandungan atau terkena penyakit menular seksual.
Kehamilan dapat terjadi karena pertemuan benih laki-laki dan perempuan. Pada saat hubungan seks dilakukan, alat kelamin laki-laki masuk ke dalam vagina. Bila terjadi ajakulasi (pengeluaran sperma dan cairan mani) dengan posisi alat kelamin laki-laki berada di dalam vagina memudahkan pertemuan sperma dan sel telur yang berisiko terjadinya pembuahan dan kehamilan.
Tanda-tanda kehamilan meliputi : tidak datang haid, pusing dan muntah pada pagi hari, buah dada membesar, sekitar putting susu agak gelap dan perut ibu membesar.
Kehamilan pada masa remaja dapat menyebabkan berbagai risiko yang mengancam remaja dan bayinya, yaitu : keguguran, bayi lahir sebelum waktunya serta berat badan lahir rendah, proses kelahiran dengan penyulit yang dapat mengakibatkan kematian pada ibu atau bayinya. Risiko lain bagi remaja dapat mengalami gangguan kejiwaan, risiko putus sekolah serta aborsi yang tidak aman.
4. Pencegahan Kehamilan
Kontrasepsi merupakan suatu metode untuk mencegah terjadinya kehamilan. Macamnya antara lain :
a. Metode Kontrasepsi Alamiah Yaitu pencegahan kehamilan tanpa menggunakan alat dan tanpa pemeriksaan medis, meliputi : abstinesia (tidak melakukan hubungan seks), senggama terputus (pada puncak senggama zakar dikeluarkan dari vagina sehingga mani keluar di luar vagina), pantang berkala (tidak senggama pada masa subur).
b. Metode Kontrasepsi Buatan Yaitu pencegahan kehamilan dengan menggunakan alat, dan harus melalui pemeriksaan medis. Metode ini terdiri dari non hormonal (kondom, spermisida dan alat kontrasepsi dalam rahim) serta hormonal (pil, suntik, susuk).
5. Perilaku seksual berisiko dan akibatnya Perilaku seksual berisiko adalah perilaku seks yang berisiko tertular penyakit menular seksual (PMS) dan HIV/AIDS. Beberapa perilaku seksual beresiko yang perlu diketahui adalah :
a. Homoseksual dan biseksual Homoseksual adalah suatu kondisi tertentu di mana seseorang dapat tertarik dengan sesama jenisnya. Hubungan antara laki-laki dan laki-laki dikenal dengan istilah gay, sedangkan jika wanita dengan wanita lainnya disebut lesbian. Mereka yang tertarik dengan sesama jenisnya dapat juga tertarik dengan lawan jenis serta dorongan seksual timbul terhadap keduanya atau disebut biseksual.
b. Hubungan seksual anal Yaitu hubungan seks yang dilakukan dengan cara memasukkan alat kelamin pria ke dubur pasangannya. Perilaku ini dapat mengakibatkan luka pada anus, sehingga berisiko tertular PMS dan HIV/AIDS.
c. Hubungan seksual oral Yaitu hubungan seks yang dilakukan dengan cara memasukkan alat kelamin ke mulut pasangannya. Perilaku ini berisiko tertular PMS dan HIV/AIDS.
6. Penyakit Menular Seksual (PMS) dan HIV/AIDS
a. Penyakit Menular Seksual (PMS) PMS merupakan penyakit yang menular terutama melalui hubungan seksual. PMS ini akan lebih berisiko bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. Pada laki-laki, gejalanya lebih mudah dikenali/dirasakan. Sedangkan pada perempuan, sebagian besar tanpa gejala sehingga cenderung tidak mencari pengobatan dan menjadi sumber penularan PMS.
Ada 3 gejala utama dalam PMS dan jenisnya, yaitu 1) duh tubuh/cairan : gonore/kencing nanah, radang saluran kemih, klamidia dan kandidiasis genital, 2) tukak/luka : sipilis/raja singa, herpes, 3) gejala tumbuhan : kutil kelamin/jengger ayam.
b. HIV/AIDS AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala/syndrome akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia. Penyebabnya adalah virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang sel-sel pertahanan tubuh. HIV/AIDS dapat menular melalui : hubungan seks dengan pasangan yang mengidap HIV, transfusi darah yang mengandung HIV serta ibu hamil HIV ke bayi yang dikandungnya, juga melalui Air Susu Ibu.


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. kesehatan masyarakat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger